KERAJAAN ISLAM DAN PENGARUH ISLAM DI INDONESIA

PERKEMBANGAN KERAJAAN DAN PENGARUH ISLAM DI INDONESIA

I.        Pusat – Pusat Islam di Asia

1. Mekkah
Merupakan salah satu kota penting di Jazirah Arab, di kota rtersebut berdiri Kabah, dan merupakan pusat perdagangan.

2. Madinah

  • Sebelum peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Kota Madinah bernama Yastrib, terletak di lembah yang subur dan terdapat beberapa oasis.
  • Kota ini dihormati sebagai kota Nabi ( madinah an-Nabi )
  • Terdapat Masjid Nabawi sebagai pusat dakwah , perkembangan dan kegiatan keilmuan islam

3. Isfahan

  • Merupakan kota terkemuka  Persia, dilalui oleh jalur perdagangan darat ( jalur sutra )
  • Merupakan kota dagang,dengan hasil terkemukanya adalaj karpet
  • Isfahan dibawah pengaruh Islam sejak masa Khulafaur rasyidin

4. Baghdad

  • Didirikan oleh Khalifah aL – Manshur dari Bani Abbasiyah abad 8
  • Merupakan salah satu kota berkembangannya peradaban islam , terutama pada masa Harun ar-Rasyid dan al-Makmun

II.      Hubungan antara Indonesia dengan Pusat Islam di Asia

  • Hubungan ini pada awalnya  terjalin akibat aktifitas perdagangan yang dilakukan oleh pedagang muslim di kawasan asia
  • Keterlibatan pedagang muslim  dalam perdagangan membuka jalan hubungan antar wilayah di Asia yang kemudian meningkat pada hubungan social dan politik
  • Hubungan ekonomi ( perdagangan  ) dapat kita peroleh dari berita Cina jaman Dinasti Tang yang memberitakan ramainya hubungan dagang antara Cina dengan asia Barat ( nantinya melibatkan Indonesia )
  • Hubungan social , terjadi karena para pedagang muslim singgahnya cukup lama di Indonesia mengakibatkan munculnya sejumlah pemukiman ( koloni ) , seperti di Baros, pantai barat Sumatera pada abad ke –7 M. Yang akhirnya membuka hubungan / interaksi antara para pedagang muslim dengan penduduk pribumi dan akhirnya mengenalkan nilai – nilai agama Islam
  • Hubungan Politik,  Hubungan ini terjalin setelah munculnya kerajaan bercorak islam di Indonesia.menurut berita Cina pada akhir abad 13 M telah terjalin hubungan antara kerajaan di Sumatera ( Samudera )  dengan Kerajaan Cina dan negara lain dengan cara mengirim duta bahkan untuk membendung dominasi Portugis di selat Malaka, kerajaan Aceh menjalin hubungan dengan kerajaan Ottoman dari Turki pada abad 16 M)

III.    Proses persebaran pengaruh Islam di Indonesia

  •  Persebaran secara bertahap dimulai abad ke 7 M dan mendapat bentuknya pada abad 13 M
  • Yang menyebarkan adalah bangsa Arab, Persia dan Gujarat
  • persebaran Islam pada awalnya lambat, meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia kecuali kawasan Indonesia bagian timur.
  • Ketika kerajaan Sriwijaya mulai mengalami kemunduran,kedudukan masyarakat Islam di Sumatera dan sekitar Selat Malaka semakin kuat, kemudian berkembang dengan berdirinya kerajaan Islam di Sumatera pada abad 13 M ( dikemukakan oleh Marcopolo  yang singgah di Sumatera pada tahun 1292 )

IV.    Peta jalur masuk Islam ke Indonesia

Berdasar informasi masuknya Islam dari : Dinasti Tang, catatan para musafir seperti Ma- Huan, Ibn Battuta, Marcopolo dan Tome Pires dapat digambarkan peta masuknya Islam ke Indonesia adalah sebagai berikut :

V.      Faktor yang mendukung lancarnya berkembangnya Islam di Indonesia adalah :

  • Syarat masuk islam tidak berat / mudah ( mengucapkan dua kalimat syahadat )
  • Tidak mengenal kasta
  • Upacara – upacara dalam islam sangat sederhana
  • Penyebarannya dilakukan dengan menyesuaikan adat dan tradisi bangsa Indonesia
  • Dilakukan dengan cara damai tanpa kekerasan
  • Faktor politik yang menyebabkan lancarnya persebaran islam adalah runtuhnya kerajaan Majapahit dan Sriwijaya

VI.    Bukti – bukti penyebaran agama islam

  • Catatan Dinasti Tang
  • Menyatakan bahwa abad ke 7 M ,telah ada pemukiman  pedagang Arab di Baros sebuah kota kecil yang terletak di pantai barat laut Sumatera Utara
  • Nisan makam Fatimah binti Maimun di leran Gresik pada abad 11 dengan tulisan arab ( angka tahun 475 H/1082 masehi )
  • Buku catatan Marcopolo
  • Catatannya menceritakan telah ada masyarakat muslim di Perlak pada akhir abad 13 M
  • Catatan Ma-Huan
  • Pada awal abad 15 M,  sebagian masyarakat di pantai utara Jawa telah memeluk Islam
  • Makam sultan Malik Al- Saleh ( 635 H)
  • Pemakaman muslim kuno di Troloyo dan Trowulan ( Jatim )
  • Membuktikan adanya bangsawan Majapahit yang sudah memeluk Islam pada masa pemerintahan hayam Wuruk.
  • Suma Oriental  dari Tome Pires pada abad 16
  • Buku musafir orang portugis memuat catatan tentang perkembangan Islam di Sumatera, Kalimantan, Jawa sampai Maluku sekitar abad 16 M

VII.  Penyebaran agama Islam melalui

Ø  Perdagangan

Perdagangan memegang peranan utama dalam penyebaran islam di Indonesia, karena Islam mulai diperkenalkan lewat cara ini, yaitu dengan cara mengudang para mubalig dari Arab, Persia dan India untuk mengenalkan ajaran Islam pada masyarakat

Ø  Perkawinan

Kedudukan para pedagang muslim bagi penduduk pribumi dianggap sebagai kalangan terpandang sehingga banyak para penguasa pribumi menikahkan putrinya dengan para pedagang tersebut, dan berdasar syaratnya mereka harus masuk Islam terlebih dahulu. Seperti : perkawinan Raden Rahmat ( Sunan Ampel ) dengan  Nyai Manila, Sunan Gunung Jati dengan Puteri Kawungten dan Brawijaya dengan dengan Puteri Jeumpa yang menurunkan Raden Patah.

Ø  Pendidikan

Cara ini dilakukan setelah masyarakat muslim terbentuk.  Penyebaran dilakukan oleh para kyai,ustad dan ulama dengan mendirikan pesantren. Seperti Raden Rahmat mendirikan pesantren di Ampel dan Raden Paku di Giri.

Ø  Politik

Dilakukan oleh para penguasa, sebagai penguasa tindakan mereka diikuti oleh rakyatnya sehingga semakin berkembang ajaran Islam. Penguasaan kerajaan Islam terhadap kerajaan lain juga turut mempengaruhi pernyebaran Islam

Ø  Kesenian

Pertunjukkan wayang merupakan cara terkenal dalam menyebarkan ajaran Islam,dsilakukan oleh Sunan Kalijaga dengan mengambil kisah Mahabharata atau Ramayana dengan disisipkan ajaran Islam

 

VIII.            Pemegang Peran penyebaran Islam di Indonesia

 

1.       Peran Ulama, seperti :

  • Dato’ri Bandang dan dato Sulaeman yang menyebarkan islam di Gowa dan Tallo sulawesi Selatan
  • Dato’ri Bandang dengan Tuan Tunggang’ri Parangan menyebarkan Islam sampai Kutai, Kalimangan Timur
  • Para Wali Songo menyebarkan Islam di Jawa,Yaitu
  • Sunan Gresik ( Maulana Malik Ibrahim ) berasal dari Persia,berkedudukan di Gresik
  • Sunan Ampel ( Raden Rahmat ) berkedudukan di Ampel dekat Surabaya
  • Sunan Bonang ( Mahdum Ibrahim ) putera dari Sunan Ampel, berkedudukan di Bonang dekat Tuban.
  • Sunan Drajat ( Syarifuddin ) putera Sunan Ampel , berkedudulan di Drajat dekat Sedayu
  • Sunan Giri ( Raden Paku ) adalah murid dari Sunan Ampel , berkedudukan di Giri
  • Sunan Muria ( Raden Umar said ) berkududukan di Gunung Muria dekat kudus
  • Sunan kalijaga ( Joko said ) berkedudukan di Kadilangu dekat Demak
  • Sunan Kudus ( jafar Sidiq ) berkedudukan di Kudus
  • Sunan Gunung Jati ( Syarif Hidayattullah ) berkedudukan di Gunung Jati, Cirebon

Selain Wali Sanga, di Jawa masih banyak ulama yang berperan dalam penyebaran Islam seperti : Syeh Subakir, Sunan Bayat, Sunan Geseng, Syeh Mojoagung

Dari Jawa Islam berkembang  ke wilayah lain seperti ke Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Penyiaran Islam di Kalimantan dilakukan oleh kerajaan Demak

Tersebarnya Islam di Maluku, Ternate dan Tidore setelah Sultan Ternate Zainal Abidin belajar Islam di Giri ( jatim ).

2. Peran Pedagang

Sejak abad 7 M , para pedagang muslim dari Arab, Persia, India telah ambil bagian dalam perdagangan dengan Indonesia, disamping berdagang mereka menyebarkan ajaran Islam dan kehadiran mereka diterima secara baik oleh penguasa setempat.

    IX.    Kerajaan – kerajaan Islam di Indonesia

 1.       Samudera Pasai

 

-        Merupakan kerajaan pertama Islam di Indonesia dengan rajanya Malik as- Saleh ( sebelumnya bernama Marah Sile putera Marah Gajah dari Persia )

-        Terletak di pesisir timur Aceh ( dekat selat malaka ,sangat strategis sebagai lalu lintas perdagangan dunia , sehingga membawa kemakmuran kerajaan sehingga kerajaan diperluas sampai pedalaman)

-        Malik as-Saleh wafat dimakamkan di Samudera digantikan puteranya Sultan Malik At-Thahir dan pada masa pemerintahannya singgah seorang musafir bernama Ibn Battuta

-        Sultan malik At-Thahir digantikan Sultan Mahmud Malik az-Zahir,tetapi kerajaan mengalami kemunduran bahkan adiknya bernama Mansur az-Zahir memisahkan diri sehingga kerajaan pecah.

-        Tahun 1521 kerajaan samudera Pasai dikuasai Portugis selama 3 tahun, Tahun 1524 dikuasai Ali Mughayat Syah dari Kerajaan Aceh

2.       Kerajaan Aceh

-        Dirintis oleh Muzaffar Syah pada abad 15 M, Dibangun diatas puing kerajaan Lamuri sebelah barat laut kerajaan Samudera Pasai

-        Status kerajaan penuh diperoleh masa Ali Mughayat Syah setelah menyatukan  dua kerajaan     ( Lamuri dan Aceh Dar al-Kamal )

-        Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 membawa dampak bagi Aceh, yaitu banyak pedagang yang datang ke aceh sehingga Aceh berkembang menjadi kerajaan besar.

-        Perkembangan Aceh mula nampak pada masa Sultan Alauddin Riayat-Syah dengan gelar Al-Qahar, Aceh menjadi Bandar utama di asia bagi pedagang muslim. Untuk menghadapi Portugis Aceh membangun angkatan Laut yang kuat bahkan membina hubungan dengan kerajaan Turki Ottoman

-        Aceh mencapai kejayaannya pada saat dipimpin Sultan Iskandar Muda , dengan melakukan tindakan sebagai berikut :

  • Merebut sejumlah pelabuhan penting di sumatera serta pesisir Semenanjung melayu ( johor dan Pahang)]
  • Menyerang Portugis di Malaka dan kapalnya yang melalui malaka
  • Bekerja sama dengan EIC dari Inggris dan VOC dari Belanda untuk memperlemah kedudukan Portugis

-        Sultan Iskandar Muda digantikan Sultan Iskandar Thani, lebih memperhatikan pengembangan dalam negeri. Berkembang studi tentang Islam yang didukung oleh kehadiran Nuruddin ar-Raniri seorang ulama dari Gujarat.

-        Sepeninggal Iskandar Thani, Aceh mengalami kemunduran, banyak kerajaan bawahan melepaskan diri

 

3.       Kerajaan Demak

-        Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa

-        Didirikan oleh  R. Patah ( keturunan Majapahit )

-        Setelah Majapahit mengalami kemunduran, Demak melepaskan diri bahkan menyerang Majapahit dan pusat pemerintahannya dipindah ke Demak

-        Kedudukan Malaka sebagai pelabuhan yang penting dan strategis menimbulkan keinginan Demak untuk menggantikan kedudukan Malaka sebagai pusat perdagangan, Sejak tahun 1511 Malaka dikuasai Portugis, Demak berkeinginan merebut Malaka maka diseranglah Malaka tahun 1513 dibawah pimpinan Dipati Unus ( Sabrang lor) tetapi gagal

-        Dipati Unus menggantikan ayahnya R. Patah selama 3 tahun, kemudian wafat. Setelah itu terjadi kemelut politik di Demak yang disebabkan persaingan antara kedua adiknya yaitu P. sekar Seda lepen dan P. trenggana

-        Dalam persaingan perebutan kekuasaan itu Pangeran Sekar Seda lepen dibunuh oleh Sunan Prawoto ( anak P. Trenggana ), sehingga P. Trenggana menjadi Raja Demak

-        Puncak kejayaan Demak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Trenggana. Dengan kekuasannya meliputi sebagian Jawa Barat, Jayakarta,Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Pada masa pemerintahnnya diutuslah Falatehan menaklukan Jawa Barat ( Banten, Sundakelapa dan Cirebon ), Pada saat perluasan wilayah di Jawa timur Sultan Trenggana gugur di Pasuruan.

-        Wafatnya Sultan Trenggana menimbulkan perebutan kekuasaan antara Sunan Prawoto ( anak dari Sultan Trenggana ) dengan Arya Penangsang ( anak dari Sekar Seda Lepen ) dimana nanti Sunan Prawoto dapat dibuhun Arya penangsang

-        Dalam kemelut tersebut munculah Jaka Tingkir ( menantu Sunan Trenggana ) seorang adipati Pajang. Melawan Arya penangsang dengan dibantu oleh Sutawijaya ( Panglima Pajang , putra dari Ki ageng pemanahan )

-        Setelah Arya penangsang dibunuh Panglima Pajang ( Sutowijaya ) maka Jaka Tingkir memindahkan pusat kerajaan Demak ke Pajang ( muncullah kerajaan Pajang )

 4.       Kerajaan Pajang

-        Didirikan oleh Jaka Tingkir ( bergelar Hadiwijaya )

-        Usia Kerajaan ini tidak begiti lama, karena sepeninggal Hadiwijaya terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Benowo ( putra Hadiwijaya ) dengan Arya Pangiri ( putra Sunan Prawoto )

-        Usaha pemberontakan Arya Pangiri dapat digagalkan oleh Pangeran benawa atas bantuan Sutawijaya adipati Mataram

-        Karena Pangeran benawa merasatidak mampu memimpin maka diserahkan kekuasaan Pajang kepada Sutawijaya

-        Sutawijaya kemudian memindahkan pusat kekuasaan ke Mataram

5.       Kerajaan Mataram

-        Sutawijaya setelah menjadi raja bergelar Panembahan Senopati, pada masa pemerintahanya tindakannya adalah memperluas daerah kekuasaanya / menyerang wilayah yang tidak mengakui kekuasaanya

-        Setelah Panembahan Senopati wafat digantikan putranya Panembahan seda Krapyak ( Mas Jolang ), Tindakan ayahnya untuk menjadikan Mataram sebagai pusat pemerintahan di Jawa tetap dilanjutkan, tetapi pemberontakan dari para bupati semakin banyak, Sewaktu pulang dari pertempuran Mas Jolang wafat di desa Krapyak ,Jawa Timur ( sehingga dinamakan Panembahan Seda Krapyak )

-        MasJolang digantikan Putranya Raden Rangsang ( bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo ). Pada saat pemerintahan Sultan Agung, politik memperluas wilayah teap dilanjutkan, bahkan daerah yang terkenal sulit ditaklukan dapat dikalahkan yaitu : Surabaya dan Blambangan.

-        Pada masa Sultan Agung muncul kekuatan baru di Jayakarta ( batavia) yaitu VOC, kehadiran VOC dianggap penghalang cita – cita Sultan Agung sehingga Sultan Agung pernah menyerang Batavia 2 kali namun gagal, karena kurangnya ersiapan logistik.

-        Kerajaan ini mengalami kemunduran setelah Sultan Agung Wafat yaitu masa pemerintahan Amangkurat I yang bekerja sama dengan VOC ( masa ini meletus pemberontakan Trunojoyo ) dan akhirnya pada masa Amangkurat II mataram semakin menurun dengan adanya campur tangan VOC dengan cara Devide It impera sehingga mataram terbagi menjadi dua akibat perjanjian Giyanti pada tahun 1755, yaitu :

  • Kesultanan Yogyakarta yang diperintah Mangkubumi dengan gelar Sultan Hamengkubuwono
  • Kasunanan  Surakara yang diperintah Susuhunan Pakubuwono III

Pada tahun 1757 akibat campur tangan VOC, Mataram terpecah lagi dengan perjanjian Salatiga, menjadi :

  • Kasultanan Yogyakarta
  • Paku alam
  • Kasunanan Surakarta
  • Magkunegara I

 

6.       Kerajaan Cirebon

-        Kerajaan Cirebon / kasultanan Cirebon adalah kerajaan Islam pertama di Jawa Barat

-        Didirikan oleh Sunan Gunung Jati ( Syarif Hidayatullah )

-        Karena kedudukannya sebagai salah satu wali songo, maka Sunan Gunung Jati sangat dihormati oleh raja lain di Jawa, terbukti ketika Demak lalu Mataram ingin menguasai Jawa, Cirebon tetap dibiarkan bebas merdeka

-        Ketika berhasil mengembangkan Islam di Banten dan akan kembali ke Cirebon maka Banten diserahkan pada putranya Sultan Hasanuddin

-        Sunan Gunung jati digantikan Panembahan Ratu, kemudian digantikan Panembahan Giri Laya

-        AkhirnyaKesultanan  Cirebon terbagi menjadi dua yaitu : Kasepuhan dan Kanoman

 

7.       Kerajaan Banten

-        Semasa Sunan Gunung Jati memerintah, Banten merupakan wilayah kekuasaan Demak

-        Ketika Hasanuddin berkuasa, Banten melepaskan diri dari Demak ( Hasanuddin dianggap Raja pertama )

-        Pada masa Hasanuddin Kerajaan ini merupakan pusat perdagangan  di nusantara

-        Pengganti Hasanuddin adalah Panembahan Yusuf, dimana beliou dapat merebut pakuan pajajaran sebagai benteng terakhir kerajaan Hindu, sehingga islam semakin berkembang

-        Pengganti  Panembahan Yusuf adalah Maulana Muhammad, tetapi karena masih kecil pemerintahan dijalankan  mangkubumi

-        Pengganti  Maulana Muhammad adalah Abu Mufakhir dan dilanjutkan oleh Abu Ma’ali

-        Sultan Ageng Tirtayasa menggantikan Abu ma’ali, dan mencapai kejayaannya

-        Kerajaan ini mencapai kejayaan pada masa Sultan Ageng Tirtayasa dan menentang keberadaan VOC

-        Kerajaan ini mengalami kemunduran karena campur tangan VOC, yaitu pada saat terjadi pertentangan antara Sultan ageng Tirtayasa dengan putranya yang memihak VOC dimana akhirnya Sultan Ageng tertangkap.

8.       Kerajaan Makasar

-        Merupakan dua kerajaan Gowa dan Tallo kemudian bersatu di bawah pimpinan raja Gowa dengan pusat kerajaan di Sumbaopu dengan raja nya Sultan Alaudin

-        Karena letaknya strategis menjadi bandar yang terkenal

-        mencapai kejayaannya pada saat dipimpin Sultan Hasanuddin

-        Karena keberhasilannya menjadikan Makasar bandar tebesar di Indonesia bagian timur mengakibatkan VOC yang ingn menamkan pengaruhnya di Makasar membujuk Sultan hasanuddin untuk berdagang hanya dengan VOC, tetapi keinginan tersebut ditolak Sultan Hasanuddin. Akhirnya terjadilah perang antara VOC dengan Makasar

-        Sultan Hasanuddin dapat dikalahkan VOC setelah VOC bekerja sama dengan Aru Palaka ( Raja Bone). Akibat kekalahan tersebut tejadilah perjanjian Bongaya yang merugikan Makasar

-        Sultan Hassanuddin digantikan putranya Mapasomba yang bersikap menentang VOC, tetapi dapat dikalahkan VOC

9.       Kerajaan Ternate dan Tidore

-        Ternate merupakan kerajaan yang berkembang akibat perdagangan rempah – rempah

-        Kemasjuan Ternate ternyata tidak disukai kerajaan lainnya seperti : Jailolo. Bacan, Tidore dan Obi sehingga mereka melawan Ternate, tetapi mereka akhirnya berdamai di Pulau Motir.

-        Tetapi ternyata perdamaian tidak berlangsung lama setelah masing – masing membentuk persekutuan yang dipimpin Ternate dan Tidore

-        Ternate memimpin lima daerah ( Uli Lima ) yaitu : Ternate, Obi, Bacan, Seram dan Ambon

-        Tidore memimpin sembilan daerah ( Uli Siwa ) yaitu : Jailolo. Makayan, Soe-siu dan pulau – pulau di halmahera sampai bagian barat papua

-        Islam mulai dikenal di Ternate pada awal abad 15 M, yang dibawa para pedagang islam dari Gresik dan Tuban

-        Tahun 1486 Raja Ternate Zaenal Abidin memeluk agama islam dan sempat belajar di Gresik

-        Sultan Zaenal Abidin digantikan Sultan Tabariji, dimana saat itu datang armada Portugis di Ternate dan Armada Spanyol di Tidore, sehingga semakin memperuncing persaingan antara Ternate dengan Tidore, yang nantinya dimenangkan oleh Ternate

-        Sultan Tabariji digantikan oleh Sultan Khairun, Yang nanti berjuang melawan Portugis karena memaksakan monopoli di Ternate tetapi terbunuh oleh Portugis

-        Sultan Baabullah menggantikan ayahnya Sultan Khairun, dan melanjtkan perjuangan melawan Portugis dan dapat mengusir Portugis dari Maluku.

X.      Peninggalan Sejarah bercorak Islam

 Ø  Makam / batu nisan, seperti :

  • Nisan Malik as-saleh di Lhoksumawe, aceh
  • Nisan ratu Nahrasiyah di Aceh, makamnya terdapat tulisan arab yang mengutip surat Yasin
  • Nisan Fatimah binti Maimun di Leran gresik
  • Nisan Sultan Hasanuddin, raja Makasar

Ø  Kaligrafi

Berupa tulisan indah, di nisan, wayang dan lainnya

Ø  Seni sastra ( hikayat, syair, suluk )

  • Hikayat, seperti :

q  Babad tanah jawi

q  Sejarah Melayu , ditulis patih kerajaan Johor bernama Bendahara Tun Muhammad yang menceritakan kebesaran Iskandar Zulkarnain

q  Babad Cirebon

q  Hikayat raja Pasai

q  Bustan al-salatin, ditulis Nuruddin ar-Raniri, berisi intisari ajaran Islam dan riwayat raja Aceh

  • Syair , seperti : syair Abdul Muluk dan Gurindam dua belas ( ditulis oleh Ali Haji berisi nasehat kepada masyarakat )
  • Suluk / Tasawuf

q  Suluk Sukarsah

q  Suluk wijil berisi wejangan sunan Bonang kepada wijil abdi kerajaan majapahit

q  Suluk karya Hamzah Fansuri ( Syair Perahu dan syair Si Burung Pingai )

Ø  Seni Pertunjukan seperti : permainan debus, tari saman, tari saudati, seni gamelan

Ø  Kraton ( sebagia pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja ), seperti :

  •    Kraton Cirebon
  •    Kraton Yogyakarta
  •    Kraton Surakarta
  •    Kraton Mangkunegaran
  •    Istana Raja Gowa

Ø  Bangunan Masjid, seperti :

  • Masjid Demak ( didirikan pada masa R. Patah, dengan ciri beratap tumpang yang mirip bentuk pura Hindu dan tiang utamanya terbuat pecahan – pecahan kayu yang disebut soko tatal )
  • Masjid Kudus, didirikan oleh Sunan Kudus, dengan ciri bagian menara seperti candi hindu
  • Masjid Banten, dengan ciri atap tumpang sebanyak 5 tingkat yang dibangun oleh bangsa Belanda bernama Cardel, sehingga menara menyerupai gaya Eropa ( Mercusuar )
  • Masjid Cirebon : didirikan abad 16 M. dengan bentuk atap tumpang terdiri dua tingkat.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s